Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka atau yang sering disebut dengan landasan teori merupakan bagian penting yang terdapat di dalam penelitian atau makalah. Teori yang disajikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan yang Anda teliti.

Isinya, biasanya berupa teori yang dipaparkan oleh para ahli dan tidak boleh dikarang sesuka hati. Sebab, landasan teori adalah akar atau dasar yang dijadikan pedoman untuk melakukan sebuah eksperimen.

Oleh karena itu, penulisannya harus benar-benar maksimal dan dipikirkan dengan baik. Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat beberapa contoh tinjauan pustaka.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka yang Mudah

1. Mencari Informasi

Mencari informasi adalah langkah utama yang harus Anda lakukan. Ada banyak sumber yang bisa dijadikan sebagai informasi, mulai dari buku-buku bacaan yang sesuai dengan topik kajian, buku teori, jurnal penelitian, dan berbagai sumber lainnya.

Hal yang terpenting adalah Anda perlu mencari sumber-sumber yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika tidak, bisa jadi referensi Anda tersebut dipertanyakan keabsahannya.

2. Menemukan Penjelasan

Sumber pengetahuan berupa temuan-temuan yang relevan dengan penelitian akan menjadi landasan pustaka yang sangat bagus.

Dalam sebuah penelitian tidak mungkin tanpa adanya pengaruh dari temuan-temuan, baik itu berupa data maupun penjelasan. Penjelasan bisa diperoleh dari pendapat para ilmuwan.

3. Mengetahui Penelitian Sebelumnya

Informasi mengenai penelitian sebelumnya juga dapat membantu dalam membuat tinjauan pustaka Anda. Jika penelitian yang sedang dilakukan membahas mengenai  bidang kesehatan, maka penelitian terdahulu yang dicari juga harus berhubungan dengan kesehatan.

Apabila hal yang akan Anda teliti sangat populer dan merupakan ilmu mutakhir, maka akan lebih mudah dalam mencari penelitian sebelumnya.

Hal itu juga berlaku jika penelitian yang Anda lakukan belum banyak yang mengkaji, sehingga lebih sulit menemukannya.

4. Memilih Pendekatan yang Sesuai

Pemilihan pendekatan juga sangat penting dalam sebuah tinjauan pustaka. Jika penelitian yang Anda lakukan menggunakan pendekatan sama dengan penelitian lainnya, maka bisa jadi hasilnya akan sama.

Ada banyak pendekatan yang bisa dipilih, yang terpenting Anda menyesuaikannya dengan topik penelitian. Pendekatan nantinya akan membantu Anda dalam mengolah pustaka atau landasan teori yang digunakan.

5. Membatasi Ruang Lingkup

Pembatasan ruang lingkup bisa membantu dalam membuat tinjauan pustaka yang lebih mudah. Pembatasan ruang lingkup artinya membatasi masalah yang Anda bahas menjadi lebih singkat sehingga dapat lebih mendalam pengkajiannya.

Yang sulit adalah melakukan pembatasan pada penelitian yang dilakukan. Namun, hal tersebut bisa Anda atasi dengan membaca banyak sumber literature atau bertanya kepada yang sudah ahli.

6. Membuat Parafrase

Parafrase merupakan bentuk penulisan ulang yang diolah dengan sedemikian rupa tetapi tidak sama dengan pandangan yang awal. Proses parafrase sangatlah penting karena akan mempengaruhi kualitas dari tinjauan pustaka yang dibuat.

Sebab, jika tidak, Anda mungkin banyak terdeteksi plagiasi. Hal tersebut sangat mungkin karena tanpa melakukan parafrase artinya melakukan penjiplakan. Namun, yang perlu diingat adalah Anda tidak boleh melakukan parafrase hanya dengan mengganti kosa katanya.

7. Membuat Rancangan

Maksud dari membuat rancangan adalah membuat daftar bahasan yang sekiranya cocok untuk dijadikan tinjauan pustaka. Anda tentunya selalu menyaring sumber yang diperoleh dan tidak mungkin digunakan semuanya.

Hal tersebut karena tidak semua sumber relevan dengan topik yang diteliti. Maka dari itu dengan melakukan pemilahan akan lebih memudahkan Anda dalam penyusunan kajian pustaka.

Nah, itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk dapat menyusun tinjauan pustaka yang benar. Sebenarnya, langkah pertama dan utama yang paling penting adalah dengan mencari sumber-sumber relevan yang cocok dengan topik penelitian.