Cara Ternak Lele di Kolam Tembok

Ternak lele sekarang menjadi ide bisnis yang cukup digemari masyarakat.

Dengan jenis ikan yang tidak perlu perawatan yang rumit, membuat cara ternak lele di kolam tembok menjadi pilihan alternatif karena hanya memerlukan bahan dan modal yang sedikit.

Persiapkan Kolam Tembok

Buat kolam tembok dari semen agar menghindari kebocoran air. Ukurannya bisa Anda sesuaikan dengan jumlah ikan lele yang ingin Anda ternakkan.

Persiapan Kolam Lele Tembok

Konstruksi kolam harus dibuat melandai 5 derajat menuju arah pembuangan air. Ini bertujuan agar proses pergantian air menjadi lebih mudah dilakukan.

Perhatikan saluran air agar berfungsi dengan baik. Saluran tersebut harus bisa membuang endapan air dari kolam, berupa sisa makanan, kotoran, serta endapan lumpur agar air tetap bersih dan terhindar dari bau busuk.

Setelah siap, keringkan kolam tembok selama 3 hingga 6 hari agar semen benar-benar kering.

Pengairan Pada Kolam Tembok

Untuk kolam tembok yang baru dibuat, Anda sebaiknya tidak langsung mengisinya dengan air, disarankan untuk melakukan proses persiapan agar ikan lele terhindar dari keracunan kolam tembok baru.

Pembuangan Air Kolam Lele

Cara ternak lele di kolam tembok selanjutnya adalah mengisi air di kolam setengah penuh, masukkan batang pisang secukupnya dan biarkan membusuk di dalam.

Proses pembusukkan umumnya terjadi sekitar dua minggu, dan berguna untuk menghilangkan racun pada kolam tembok serta membuatnya lebih dingin.

Ketika sudah membusuk, kuras kolam dan biarkan kering secara alami.

Pupuk Kolam Lele Tembok

Berikan pupuk kompos organik untuk proses pengairan selanjutnya dengan mencampurkan pupuk dan tanah, kemudian dilapiskan pada dasar tembok. Ketebalan yang direkomendasikan sekitar 10 hingga 15 sentimeter.

Pemberian pupuk kompos berguna untuk menciptakan media tumbuh hewan air, meningkatkan pH dan menghilangkan penyakit dari kolam.

Kemudian masukkan air dengan ketinggian 30 cm dan diamkan selam tiga hari. Setelahnya naikkan volume air hingga mencapai ketinggian sekitar 90 hingga 100 sentimeter. Diamkan juga selama tiga hari.

Pemilihan Bibit Lele

Pilih bibit lele yang baik, tidak cacat dan mempunyai warna kulit cerah serta lincah bergerak.

Bibit Lele

Cara ternak lele di kolam tembok selanjutnya adalah memasukkan bibit ke dalam wadah dengan air dari kolam baru dan menunggunya selama 30 menit untuk pembiasaan kondisi sebelum dimasukkan pada kolam.

Setelah kolam siap, sebarkan bibit ikan lele dengan cara memiringkan wadah tersebut dan membiarkan lele memasuki kolam dengan sendirinya.

Perawatan dan Pemberian Pakan

Tiga hari setelah penebaran bibit pada kolam, Anda tidak perlu memberikan pakan pada anakan ikan lele tersebut. Telah tersedia pakan alami di dalam kolam berupa kutu air, plankton dan sejenisnya dari proses pengairan sebelumnya.

Pakan Ikan lele

Pada hari keempat berikan pakan berupa pelet ikan dengan takaran 3-5 persen dari bobot dan jumlah ikan dalam kolam.

Anda bisa memberikan nutrisi penunjang untuk mempercepat pertumbuhan berupa POC Nasa, Hormonic atau Viterna Plus sebulan sekali.

Patokan panen ikan lele bervariasi, Anda bisa mengikuti permintaan pasar dan pelanggan. Biasanya sekitar 2-3 bulan dengan berat ikan lele sekitar 5-7 ekor untuk satu kilogramnya.

Cara ternak lele di kolam tembok bisa Anda lakukan untuk menambah penghasilan bulanan Anda.

Selain itu, ikan lele masih banyak dibutuhkan sebagai salah satu bahan makanan untuk berbagai masakan. Sehingga Anda dijamin untung jika melakukan ternak lele ini.

Baca juga Cara Menanam Rumput Jepang

Leave a Comment