Pupuk Pembesar Buah Kelapa Sawit

Sebagai salah satu negara dengan wilayah terluas, tidak heran jika Indonesia menjadi produsen sawit terbesar di dunia.

Agar bisa terus menghasilkan produk buah yang tinggi, pohon kelapa sawit harus dirawat dengan baik dan benar.

Salah satu caranya yaitu dengan memberikan pupuk pembesar buah kelapa sawit.


Berikut Ini 5 Jenis Pupuk Pembesar Buah Kelapa Sawit

Pupuk Fosfor atau Phospat

Pupuk pertama yang bisa Anda gunakan adalah pupuk fosfor atau yang juga dikenal dengan nama pupuk phospat.

pupuk fosfor

Fosfor atau phospat mengandung unsur hara berjenis makro yang mampu mempercepat proses pertumbuhan dari tanaman kelapa sawit.

Fosfor tersebut mampu merangsang pengakaran tanaman kelapa sawit menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah rusak oleh cuaca atau angin.

Selain itu, pupuk ini juga sangat bermanfaat dalam proses pembungaan tanaman sawit. Pupuk dengan kandungan fosfor tinggi yang baik diberikan saat pemupukan dasar adalah SP-36.

Sedangkan pupuk fosfor yang berbentuk cair misalnya agrophos baik digunakan pada masa pertumbuhan.

Pupuk Kalium

Pupuk pembesar buah kelapa sawit selanjutnya yaitu pupuk kalium. Peran Kalium yaitu untuk melakukan pengaturan pada proses pembukaan dan penutupan stomata tanaman.

pupuk kalium

Tidak hanya itu saja, zat ini juga berperan dalam menstimulus sistem pertahanan alami tanaman serta mempertebal dinding selnya.

Kalium juga sangat penting untuk membentuk buah sekaligus memperbaiki kualitasnya sehingga lebih lebat dan berbobot.

Untuk pemberiannya yaitu pada pemupukan dasar yang diberikan bersama dengan pupuk fosfor dan pupuk organik.

Ulang pemberian kalium pada musim kemarau atau saat buah mulai terbentuk.

Pupuk Mikro Plant Activator

Pupuk mikro merupakan pupuk majemuk dengan beberapa unsur hara mikro penting seperti Cl, Mn, Cu, Fe, B, Mo, dan lain sebagainya.

Pupuk Mikro Plant Activator

Unsur mikro ini sangat berguna ketika proses metabolisme tanaman. Selain itu, unsur ini juga mampu mengaktifkan senyawa kimia seperti hormon dan enzim yang berada di jaringan tanaman, jadi tidak heran jika disebut dengan plant activator.

Meski boleh dicampur dengan pupuk dasar, namun pupuk ini akan jauh lebih bagus jika diberikan ketika tanaman berumur 1 bulan.

Semprotkan pupuk mikro plant activator satu atau dua kali dalam sebulan untuk hasil yang lebih maksimal.

Ketika tanaman sawit masuk masa berbunga atau generatif, penyemprotan bisa dilakukan lebih intens.

Pupuk Organik Bokashi

Pupuk organik Bokashi merupakan pupuk pembesar buah kelapa sawit yang memiliki unsur hara yang lebih tinggi serta dapat diserap oleh akar sawit dengan mudah.

Pupuk Organik Bokashi

Bokashi juga mengandung EM4 yang mampu menekan perkembangan dari mikroorganisme patogen.

Unsur mikro dan unsur hara dalam Bokashi bisa memberikan suplai nutrisi selama tanaman sawit hidup.

Berikan pupuk ini sebagai pupuk dasar dan ulangi setiap 6 bulan sekali. Bokashi yang berkualitas adalah yang terbuat dari campuran pupuk kandang dan juga pupuk kompos.

Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT

ZPT atau Zat Pengatur Tumbuh juga perlu diberikan untuk merangsang buah sawit agar muncul lebih banyak. ZPT yang paling baik untuk tanaman sawit adalah Giberilin dan Auksin.

Pupuk Zat Pengatur Tumbuh

Auksin mampu merangsang pembentukan sekaligus pertumbuhan bunga tanaman sawit.

Sedangkan Giberilin mampu berperan aktif dalam masa pembangunan sehingga mampu meningkatkan jumlah bakal buah sawit yang dihasilkan tanaman.

Itulah 5 jenis pupuk pembesar buah kelapa sawit yang bisa Anda gunakan untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas sawit.

Yang perlu Anda cermati adalah pemberian pupuk-pupuk tersebut, karena salah dalam menggunakannya malah bisa memperburuk kualitas tanaman.

Baca juga Cara Ternak Burung Puyuh