Cara Ternak Burung Puyuh

Beternak burung puyuh merupakan salah satu bisnis budidaya yang cukup menjanjikan.

Burung puyuh bisa menghasilkan banyak produk, yaitu telur dan daging, yang cukup banyak dicari. Karena itulah bisa menjanjikan peluang besar.

Belum lagi ternak burung puyuh juga cukup mudah dan bisa dilakukan dimana saja.

Proses Usaha Budidaya Burung Puyuh

Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan jenis unggas yang kini sudah boleh dipelihara bahkan oleh masyarakat kota.

Alasan inilah yang membuat banyak orang mulai melirik bisnis budidaya ini.

Untuk Anda yang baru akan memulai, tahap dan proses budidaya burung puyuh berikut mungkin bisa Anda ikuti.

Mempersiapkan kandang

Hal pertama yang harus Anda lakukan proses ternak burung puyuh adalah mempersiapkan kandangnya.

Kandang Burung Puyuh

Pastikan meletakkan kandang di tempat yang selalu terkena matahari agar kandang tidak terlalu lembab.

Kandang juga membutuhkan bantuan penerangan dari lampu dengan daya 25-40 Watt saat siang dan 40-60 Waat saat malam.

Untuk suhu kandang, usahakan berada pada suhu 20-25°C. Untuk ukurannya bisa disesuaikan sesuai keinginan anda.

Kandangnya juga harus dibedakan berdasarkan tahap pertumbuhan puyuh, mulai dari indukan, strater serta grower dan layer.

Ukuran kandang yang akan dibuat pun harus disesuaikan dengan tujuan pembuatan atau isi dari kandang nantinya. Dengan begitu anakan puyuh pun bisa tumbuh dengan baik.

Memilih Indukan

Tahap selanjutnya mempersiapkan bibit indukan. Saat memilih bibit yang akan digunakan untuk budidaya burung puyuh ini harus disesuaikan dengan tujuan pembudidayaan Anda.

Indukan Burung Puyuh

Ada tiga jenis bibit yang dilihat berdasarkan tujuan budidaya.

Pertama, pilih indukan yang sudah tak lagi produktif jika tujuan budidaya  Anda adalah untuk mendapatkan puyuh yang memproduksi daging.

Jika Anda membudidayakan untuk tujuan pembibitan, yaitu menghasilkan telur tetas, maka pilih indukan yang aktif bertelur dengan kualitas terbaik serta jantan yang siap dan sehat untuk membuahi.

Terakhir, jika ingin menghasilkan telur puyuh konsumsi, pilih indukan yang sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit.

Pemeliharaan

Saat masuk dalam tahap pemeliharaan, hal yang harus Anda lakukan adalah pemberian pakan, pemberian vaksin untuk mencegah penyakit, menjaga kebersihan kandang dan melakukan kontrol terhadap penyakit.

membersihkan kandang puyuh

Masing-masing harus dilakukan secara bertahap dan teratur. Selain itu, pada masa bertelur juga harus dilakukan perawatan khusus berdasarkan tujuan budidaya.

Jika diambil telurnya untuk konsumsi, maka jantannya harus dipisahkan saat berusia 6 minggu. Namun jika untuk pembibitan, maka antara jantan dan betina harus tetap dijadikan satu.

Proses Panen

Tahap terakhir dalam proses ternak burung puyuh adalah tahap panen. Ketika sudah masuk masa panen, Anda akan mengalami beberapa proses panen dengan hasil yang berbeda dan kembali pada tujuan utama budidaya.

Panen Telur Puyuh

Apabila Anda melakukan budidaya untuk diambil telurnya, maka telur bisa dipanen setiap hari selama masa produksinya masih ada dan masih berlangsung.

Berbeda jika budidaya yang dilakukan bertujuan untuk pembibitan, maka panen dilakukan saat telur-telur yang dihasilkan sudah menetas.

Selain dua produk yang sudah disebutkan sebelumnya, hasil lain dari budidaya burung puyuh ini bisa berupa bulu dan kotorannya.

Bulu burung puyuh bisa diolah dan dijadikan bahan untuk membuat kerajinan sedangkan kotorannya bisa dijadikan bahan untuk pupuk.

Demikian tadi adalah tahap dan proses ternak burung puyuh yang terbilang mudah dan bisa Anda ikuti.

Budidaya burung puyuh menjadi pilihan karena bisa dibudidayakan dalam jumlah banyak sekaligus juga menghasilkan banyak produk.

Hampir seluruh bagian tubuh burung puyuh bisa diambil manfaatnya. Karena itulah budidaya unggas satu ini cukup diminati.